ANALISIS PERBANDINGAN MODEL PENGEMBANGAN SISTEM WATERFALL DAN AGILE DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK
Kata Kunci:
Waterfall, Agile, Pengembangan Perangkat Lunak, Studi Literatur, Rekayasa Perangkat LunakAbstrak
Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut pengembangan perangkat lunak yang cepat, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dalam proses tersebut, pemilihan model pengembangan sistem menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan proyek. Dua model yang paling umum digunakan adalah Waterfall dan Agile, yang masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara model Waterfall dan Agile dalam pengembangan perangkat lunak, serta menentukan efektivitas penggunaannya berdasarkan karakteristik proyek. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan prosiding seminar yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis), yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi, membandingkan, dan menginterpretasikan informasi dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan. Selain itu, dilakukan proses sintesis untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kedua model tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Waterfall memiliki pendekatan yang terstruktur dan sistematis, serta cocok digunakan pada proyek dengan kebutuhan yang jelas dan stabil. Namun, model ini kurang fleksibel terhadap perubahan. Sebaliknya, model Agile bersifat lebih fleksibel dan adaptif, serta memungkinkan keterlibatan pengguna secara aktif selama proses pengembangan, sehingga lebih sesuai untuk proyek yang dinamis dan sering mengalami perubahan kebutuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada model pengembangan yang paling unggul secara mutlak. Pemilihan model harus disesuaikan dengan karakteristik proyek, kebutuhan pengguna, serta kondisi organisasi. Dengan demikian, pemahaman yang baik mengenai kedua model ini dapat membantu pengembang dalam menentukan pendekatan yang paling tepat untuk mencapai hasil yang optimal.



